Maksi di Malabar
Rangkaian terakhir dari sehari bersama Luberizkys, Sammys, dan Desi
Sebelum bertolak kembali menuju Jakarta, kami bersantap bersama Sop Buntut di Malabar.


spesial buat yang takut sama kucing . . .

Rangkaian terakhir dari sehari bersama Luberizkys, Sammys, dan Desi
Sebelum bertolak kembali menuju Jakarta, kami bersantap bersama Sop Buntut di Malabar.


spesial buat yang takut sama kucing . . .

Foto-foto tidak berwarna masih dari berkunjung di kampung budaya sindang barang…

foto keluarga


anak anak di kampung sini….








terima kasih kepada Mas Desi Suyamto,

Setelah ketemu dengan keluarga Ulez, kami bertemu dengan Mas Desi Suyamto.
Dari beliau inilah, kami dihantarkan ke tempat ini. Namanya Kampung Budaya Sindang Barang.
Ga banyak informasi dari kampung ini yang bisa saya dapatkan untuk dibagikan disini..
Mudah-mudahan sedikit foto foto berikut bisa menggambarkan keadaan disana.











Taken untuk Taman Kencana.
Akhir pekan yang menyenangkan, sangat menyenangkan malah.
Sumurnya masih ada di ladang, dan memang akhirnya ketemu sama yang empunya nama Unggul Luberizky (untuk selanjutnya akan disebut Lik Unggul). Setelah komunikasi lewat private message di fotografer.net, sms, telepon, dan satu pertemuan yang tertunda akibat keterbatasan waktu, akhirnya ketemuan juga di depan UKI Cawang.
“Agenda” hari itu adalah sowan kepada Sammy Family, alias ketemu Ulez sekeluarga. Sepanjang jalur tol jagorawi kami ngobrol banyak hal. Satu poin tambahan yang membuat saya senang adalah ternyata Lik Unggul ini orang Jenar juga.. huhehehehehe.. tonggo sak ndeso
Di mobil Xenia hitam yang kursinya masih kinyis kinyis rada lunyu itu, kami berlima, Paklik Unggul, dan istri (Lufhty ;yang ternyata anggota FN juga), aku, Anas, dan supirnya Lik Unggul.
Goes to Bogor…
Sampe deh akhirnya di Taman Kencana sesuai janji dengan Ulez..
Dan sembari nunggu The Sammy Family datang,

















Pagi ini main ke rumah Dilla, sobat sobit sohib dari jaman SMA.
Judulnya sih mau nganterin undangan nikahan Yudho, tapi jadi merembet nelpon Maria Alexandra untuk mesen tiket MU.
Take care Pal..


masih dengan kebiasaan gigitin kukunya.. (dan kebiasaan kebiasaan yang lainnya :p)


huh!

Bilangin mama, makasih untuk teh hangat dan sarapan bubur kacang ijo nya
Ditraktir babe main ke Taman Safari Cisarua. Udah dari taun jebot juga ga main kesini sini lagi.
Duduk manis di samping adek saya yang lagi nyetir.
Zebra sok imut…

Banteng sok galak

Kijang sok rukun

Ini apa ya main jilat jilat aja? untung kaca mobil ketutup.

Zebra lagi. tapi kali ini ga sok. soalnya mau berpose dibalik kaca.. hehehe..

Oke, kalo yang ini udah turun dari mobil. Masuk ke suatu “kandang” besar, yang dikasih nama Baby Zoo.
dari kiri ke kanan: ibu, bapak, iin, didit.

burung kakak tua yang sombong karena ga mau nengok

Ada penguin juga ternyata..

Ini adek saya sama binatang peliharaan barunya. Untuk dibawa pulang ke rumah…

Minggu terakhir bulan Mei tahun ini.
Tiba tiba saja menjadi hari keluarga
dah berapa belas tahun ya ga ke tempat ini lagi, Wisma Kompas, Pacet – Cipanas.
Ga banyak yang berubah dari kompleks wisma ini. Tetap dengan airnya yang dingin ngeselin, tetapi tetap hangat matahari paginya.
Bangun tidur kuterus motret…


dari beranda lantai 2, tukang sapu bebersih halaman belakang

Mobil kijang doyok warna putih, membawa tabung2 gas untuk masak

Yang ini memiliki arti klasik buat saya. Lihat kuda itu? Kali pertama saya dibawa ketempat ini, tahun 1985. Waktu masih berumur 2 tahun. Difoto sambil menunggang kuda putih.. Fotonya masih ada di rumah mbah di Jenar – Purworejo.

Di lapangan ini biasa dipake buat main bola. Bola plastik menyenangkan.. Bangunan di ujung sana, biasa digunakan sebagai ruang meeting.

Yah itulah jalan jalan paginya muterin kompleks ini, meskipun belum semuanya :p

satu jepretan sebelum mandi

Meskipun tidak sesempurna pedang yang dimiliki teman2 lain, tetapi pedangku adalah yang terbaik.
Karena perempuan ini yang membuatkannya sendiri untukku…
In memoriam, Mbah Madiun…


Recent Comments