Bulek Gini – Semarang

Masih di hari H Idul Fitri.

Sekitar jam 3 sore, kami masuk kota Semarang. Agustus yang lalu, saya sudah mampir ke rumah bulek ku yang satu ini, diantar Anas, Amro, dan Alex. Tapi, waktu itu malam hari, dan keesokan paginya saya sudah bergerak lagi menuju Salatiga.

Oia, bulek Gini adalah adik kandung bapak saya. Orangnya baik dan pandai masak. Dia tahu sesajen apa yang bisa bikin aku tenang kalo lagi lapar. Hehehe..

Yah itu sedikit kilasannya. Saya langsung aja ke foto-fotonya.

Rada kesetanan juga, begitu turun dari mobil setelah dari pagi nyetir dari Jakarta, langsung ambil kamera dan memberondong apa aja yang saya lihat. Padahal setelah dilihat ulang, kebanyakan fotonya sekedar foto lapar mata. Hahaha.. Ga papa, yang penting hati senang.

Hal pertama yang menarik perhatian saya adalah kursi kecil ini. Fungsinya ya untuk duduk, tapi duduknya kapan? Duduknya saat menunggu giliran untuk mandi. Enak juga selepas maghrib, kalungan handuk, duduk disitu, sambil dengar dan lihat kembang api di kejauhan.

IMG_7757

IMG_7767

pohon di samping rumah. Aku ga tau apa pentingnya, tapi suka aja liatnya..

IMG_7771

Suaminya bulek ku (berarti Om ku ya), namanya Slamet.

IMG_7802

IMG_7812

Ini om ku lagi leyeh leyeh..

IMG_7822

masih kepingin ambil frame ini lagi, tapi dengan format landscape, ditambah gitar..

IMG_7824

Sepupuku, Poppy. Bu guru SD kelas 6.

IMG_7820

Malam harinya, makan makan………..

IMG_7829

IMG_7839

Besok paginya, jalan jalan daerah sekitar sambil hirup udara segar.

Masih ada beberapa rumah yang masih kosong dan dalam proses pembangunan.

IMG_7851

IMG_7863

IMG_7869

Ada juga beberapa foto yang sengaja saya tinggalkan dengan warna.

Saat bangun pagi

IMG_7892

dan foto bareng.. 😀

IMG_7895

IMG_7897

Mohon maaf lahir dan bathin saudara saudara..

IMG_7883

Mbah Bandi – Indramayu

Bulan ke sembilan di tahun kesembilan hitungan Masehi.

Bulan syawal di hitungan Hijriyah.

Untuk beberapa post kedepan, saya ingin sharingkan persinggahan keluarga saya selama mudik di tahun ini. Meskipun kami tidak merayakan idul Fitri, tetapi sudah menjadi tradisi keluarga besar untuk selalu berkumpul di hari itu. Gilirannya hari natal, gantian keluarga lain yang datang dan kumpul di rumah.

Kami sekeluarga berangkat waktu subuh di hari H. Sudah bertahun tahun kami melaksanakan taktik ini untuk menghindari kemacetan, dan terbukti selalu berhasil. hehehe…

Persinggahan pertama adalahsalah satu kota di Jawa barat, Indramayu.

Di kota ini tinggal satu satunya Mbah saya (yang masih bisa dibilang ada hubungan darah) yang masih ada. Mbah Kakung dan Mbah Putri sudah di Surga. Demikian halnya dengan Eyang, Mbah Madiun, Mbah Karyo, lalu siapa lagi leluhurku ya..

Mbah Bandi, begitu kami menyebutnya. Adik dari almarhumah Mbah Putriku. Seorang veteran pejuang, sama halnya dengan almarhum Mbah Kakung ku.

Sehat selalu ya Mbah..

IMG_7737

IMG_7719

IMG_7745

IMG_7729

IMG_7748